About

Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Afgan Syahreza

Penyanyi solo - Klik di sini untuk mendownload.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Mei 2014

Makan Malam dengan Apel Hijau, Turun 6 Kg


Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan membuat sebagian orang berhasil menurunkan berat badan. Tapi jangan salah, banyak pula yang kemudian menimbun berat badan kembali setelah Lebaran. Salah satunya seperti dialami oleh M Ihsan Kurniawan (20).

Ia pun kemudian melakukan diet untuk menurunkan bobotnya yang melonjak pasca Lebaran. Kepada detikHealth, pria yang bertempat tinggal di Cianjur, Jawa Barat, ini menceritakan pengalaman dietnya tersebut, seperti ditulis pada Sabtu (3/5/2014):

Setelah Idul Fitri, saya sangat kaget karena berat badan saya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bobot yang semula 76 kg melonjak naik hingga 82 kg. Padahal selama bulan puasa, saya makan dengan porsi yang normal saat sahur dan berbuka. Kenaikan yang sangat fantastis tersebut mungkin karena waktu bulan puasa hampir tidak olahraga.

Setelah saya menyadari dengan tinggi badan 171 cm berat badan tersebut agak berlebihan, saya mencoba diet tapi tidak terlalu memaksakan diri. Maklum saya pencinta kuliner, terutama junk food, yang sangat berkolesterol.

Akhirnya saya berusaha memulai diet dengan makan normal 3 kali sehari, tapi dalam porsi setengah. Untuk makan malam, sebisa mungkin saya ganti dengan buah buahan seperti apel hijau atau jus tomat tanpa gula. Saya mengusahakan untuk tidak makan jika sudah lewat jam 7 malam.

Sementara untuk olahraga saya terbiasa push-up atau sit-up di pagi hari atau malam hari semampu saya. Nah, karena saya termasuk orang yang malas jadi saya lakukan paling tidak masing-masing 30 hingga 50 kali. Sekali dalam sepekan saya juga suka berlari lebih kurang 5 putaran lapangan sepak bola.

Tak lupa saya banyak minum air putih karena memang itu baik untuk kita. Usahakan yang hangat, saya minum air putih sebelum makan, bangun tidur dan seseringnya. Hampir 2 bulan bobot saya turun menjadi 76 kg. Memang cukup lama tapi diet seperti itu tidak menyiksa saya, saya optimistis masih bisa mengejar berat badan ideal.

Anda harus sering membaca pengalaman orang yang sukses berdiet karena hal itu akan memotivasi. Semoga cerita saya bermanfaat.

sumber: Health.detik.com

Choreplay, Alternatif Foreplay yang Bisa Dicoba Para Pria


Para pria biasanya berpikir pekerjaan rumah tangga adalah tanggung jawab istri. Padahal bila mereka memanfaatkannya dengan baik, istri akan senang dan mereka jadi mudah dibawa ke ranjang. Cara ini biasa disebut dengan 'choreplay'.

Sebuah studi dari University of Western Ontario menemukan para istri terbukti lebih bahagia ketika melihat suaminya ikut aktif membantu membereskan pekerjaan rumah tangga. Studi lain dari University of Illinois, Chicago juga sepakat pria yang tidak enggan membantu bersih-bersih rumah, mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya biasanya akan mendapatkan 'imbalan' setimpal di atas ranjang dari istrinya.

Tapi jangan keliru berpikir ini merupakan salah satu cara wanita untuk memanfaatkan suaminya. Justru para wanitalah yang selalu dilanda stres karena harus membereskan pekerjaan rumah tangga sepulang dari kerja.

Padahal tim peneliti dari Belanda memastikan kunci dari bangkitnya gairah seksual wanita hanyalah dengan relaksasi dan rendahnya kecemasan. Hal ini terlihat dari aktivitas otaknya. Saat bercinta, bagian otak yang menunjukkan rasa takut, cemas, dan emosi cenderung berkurang aktivitasnya. Sedangkan pada pria, perubahan ini tak begitu nyata. 

"Ini berarti melepaskan segala rasa takut dan cemas bisa jadi salah satu hal terpenting untuk mendapatkan orgasme bagi wanita. Dan bila Anda ingin membuat istri terangsang, kuncinya adalah membantunya mematikan kinerja bagian otak yang dimaksud tadi atau membuatnya tak khawatir lagi, salah satunya mengurangi bebannya melakukan pekerjaan rumah tangga," tandas peneliti Dr Gert Holstege.

Dengan kata lain ini bisa jadi semacam alternatif foreplay bagi pasangan.

Namun Debby Herbenick dari Indiana University mengatakan 'choreplay' bukan semata soal membantu pasangan membereskan pekerjaan rumah tangga. "Ketahuilah bahwa pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak adalah tanggung jawab yang dibagi bersama namun kebanyakan malah dilimpahkan kepada sang istri saja," katanya.

"Tapi bila pasangan bisa berbagi tanggung jawab dengan adil, mereka cenderung memiliki kepuasan seksual yang lebih tinggi," imbuh edukator kesehatan seks dari The Kinsey Institute tersebut, 
Hal serupa juga diungkap pakar seks dari situs Good in Bed, Kristen Mark. Menurutnya salah satu alasan banyak wanita yang terangsang melihat suami ikut mengurus pekerjaan rumah tangga ini adalah karena mereka menganggap itu merupakan bentuk perhatian yang lain dari sang suami.

sumber: Healt.detik.com

5 Kondisi yang Bisa Bikin Gairah Bercinta Wanita Turun Drastis


Setiap pasangan pastinya ingin merasakan kepuasan bercinta tapi sayangnya, bagi beberapa wanita, gairah mereka di ranjang tiba-tiba bisa turun drastis tanpa diketahui sebabnya. Sehingga, tak jarang wanita dan pasangannya pun kalang kabut mencari solusinya.

Apa saja kondisi-kondisi yang jarang diketahui bisa menyebabkan menurunnya gairah bercinta wanita dengan drastis?



1. Konsumsi obat pelangsing

Pada wanita yang masuk dalam golongan BMI overweight, seksolog dari Universitas Tarumanegara Dr dr Andri Wanananda, MS, menyarankan sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obat herbal atau bukan herbal untuk menurunkan berat badan.

"Apalagi obat-obat itu belum dapat izin BPOM dan Kementrian Kesehatan RI. Masalahnya, khasiatnya masih diragukan, juga efek sampingnya yang bisa membahayakan vitalitas organ organ reproduksi,

2. Penggunaan KB suntik

Dikatakan dr Andri, KB suntik adalah suntikan bahan hormon yang tidak bebas sama sekali dari efek samping. Pada beberapa wanita, efek samping yang kerap dialami antara lain penurunan libido, perdarahan vagina di luar haid, rasa pusing pada kepala, berat badan bertambah, gangguan siklus haid, dan minimnya lubrikasi.

dr Andri menambahkan, KB suntik 3 bulanan (Depo Provera) bisa mempengaruhi keseimbangan hormon wanita, antara lain estrogen dan progesteron. Ketidakseimbangan hormon wanita inilah yang bisa membuat minimnya lubrikasi vagina hingga wanita tidak nyaman saat hubungan intim.

3. Operasi pengangkatan rahim

Pada wanita, pasca-operasi pengangkatan rahim akan berpengaruh secara fisik dan psikis terhadap hasrat seksualnya. Sehingga, suami amat berperan pada masa pemulihan untuk mengembalikan kondisi fisik dan psikisnya misalnya dengan menerapkan 'intimate-relationship' dalam bentuk kasih-sayang, belaian dan sentuhan, serta minum teratur obat-obat pasca-operasi.

"Bila setelah tiga bulan ada kecenderungan menurun hasrat-seksualnya, konsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan atau dokter spesialis urologi untuk memberikan terapi khusus, guna memulihkan libidonya," jelas dr Andri.

4. Konsumsi pil KB

dr Andri menuturkan, Pil KB berisi bahan hormon pencegah ovulasi yang bisa menimbulkan efek samping seperti peningkatan tekanan darah, nyeri kepala, dan peningkatan berat badan, yang nantinya berkontribusi terhadap rasa "tidak nyaman" hingga mengganggu temperamen individu.

"Kondisi ini termasuk pula gejala penurunan libido (hasrat seksual). Jika menggunakan pil kb, sebaiknya wanita beralih ke metode spiral (IUD), sistem tanggal atau suami menggunakan kondom,' kata dr Andri.

5. Melahirkan

"Seringkali wanita dengan kelahiran normal takut untuk berhubungan lebih cepat berkaitan dengan luka yang terjadi saat kelahiran normal," kata dr Hari Nugroho SpOG.

Kondisi pasca melahirkan juga bisa membuat wanita jadi was was bercinta karena seringkali jahitan yang banyak di vagina akibat persalinan normal mengakibatkan wanita was-was untuk memulai bercinta pasca melahirkan normal.

sumber: healt.detik.com

Terasa Ingin Pipis Saat Bercinta? Ini Dia Penyebabnya

Saluran berkemih dan seksual memang berbeda. Tapi tidak sedikit wanita yang merasa ingin kencing saat sedang asyik-asyiknya bercinta. Mengapa bisa begitu?

"Bila gejala ingin pipis yang dialami istri setiap kali ML sudah ada sejak pertama kali hubungan intim, besar kemungkinan karena adanya kepekaan saraf yang mengendalikan Sphincter Vesica Urinaria (pintu kantung seni) yang turut terangsang ketika terjadi penetrasi dan gerakan penis.
Ketika hubungan intim maka terjadi kebangkitan birahi sampai orgasme yang dikendalikan oleh persarafan pusat (hypothalamus di otak) dan persarafan simpatis-parasimpatis di sumsum belakang. Sebagian persarafan simpatis-parasimpatis bermuara pula di organ kandung-seni dan anus (dubur).

hal ini mirip dengan kejadian seorang siswa atau mahasiswa yang ingin buang air kecil dan BAB berulang-ulang dalam suasana tegang ketika akan atau sedang ujian.

Penyebab lain bisa karena otot-otot rongga panggul (pelvis) tidak lentur. Coba lakukan latihan Kegel, yaitu latihan fisik dengan gerakan seperti Anda 'kencing dan menahan kencing' berulang-ulang pada tiap waktu luang secara teratur.

"Kalau gejala tersebut baru saja timbul, kemungkinan ada iritasi atau peradangan pada saluran kandung seni. Minimal lakukan tes urine dan lakukan Pap smear (pemeriksan hapusan lendir vagina) setelah haid bersih. Hal ini bisa membantu menentukan penyebabnya.

sumber: http://health.detik.com/

Kemampuan Memproses Informasi Pengaruhi Perilaku Seksual Seseorang

Hasrat untuk berhubungan seks memang naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap manusia. Pada sebagian orang, berhubungan seks alias bercinta saja tidak cukup. Terkadang mereka membutuhkan situasi khusus, alat tertentu, atau bahkan ciri fisik tertentu sebelum akhirnya terangsang dan ingin melakukan hubungan seksual.

Sebut saja orang yang eksibisionis pastinya ingin dirinya dilihat oleh orang lain ketika melakukan hubungan seks. Begitu juga mereka yang memiliki kecenderungan sadistis, mereka akan terangsang jika partner mereka dalam keadaan sakit atau tersiksa.

Tak sedikit pula yang memiliki kecenderungan seks terhadap pemaksaan atau pemerkosaan. Orang-orang ini cenderung lebih terangsang dan semangat ketika berhubungan seks dengan memaksa. Apa sebabnya?


Penelitian terbaru mengatakan bahwa kurangnya kemampuan seseorang untuk memproses banyak informasi dalam satu waktu bersamaan membuat orang tersebut cenderung tidak sanggup berpikir jauh ke depan, sehingga tidak mampu mengukur konsekuensi atas perbuatan yang dilakukannya. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap perilaku seksual.

"Pemerkosaan memiliki dua risiko besar. Yang pertama adalah anggapan buruk dari korban, termasuk keluarga dan masyarakat sekitar, dan yang kedua adalah kemungkinan dipenjara karena melanggar hukum. Mereka yang memiliki kemampuan mengolah informasi yang rendah cenderung mengabaikan hal tersebut," 
Kemampuan seseorang untuk mengolah informasi sering dikenal dengan sebutan <I>working memory</I>. Pada mereka yang kemampuannya rendah, hal-hal lain seperti konsekuensi, risiko, serta hubungan sebab akibat tidak terlalu dipikirkan.

"Jadi ketika orang-orang tersebut memiliki hasrat seksual untuk melakukan pemerkosaan, mereka akan menyerah pada hasratnya dan tidak memikirkan hubungan sebab aibat, konsekuens serta risiko dari perbuatan tersebut," sambung Dr Amy.

Penelitian dilakukan terhadap 59 laki-laki. Mereka diminta untuk mengisi kata-kata yang hilang pada kalimat dan ditanya apa saja yang mereka jawab di akhir sesi. Setelah itu mereka diminta untuk melihat gambar yang menunjukkan hubungan seksual secara kesepakatan dan juga pemaksaan.

Terakhir peneliti meminta mereka untuk membaca sebuah skenario tentang kejadian pemerkosaan. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang cenderung membaca skenario sampai habis memiliki faktor rangsangan terhadap hubungan seks pemaksaaan. Hal tersrbut berbanding lurus dengan rendahnya kemampuan mereka untuk mengingat kembali apa yang sudah mereka tulis pada tes pertama.

sumber: health.detik.com

Berapa Sih Normalnya Durasi Bercinta?


Tahan lama di ranjang sering menjadi tolak ukur kejantanan pria. Meski tidak sepenuhnya benar, nyatanya pria sangat takut dengan ejakulasi dini. Lantas berapa sih normalnya durasi bercinta?

Jangka waktu bercinta sejak foreplay, orgasme, dan relaksasi amat bergantung pada teknik bercinta, kebugaran fisik, serta usia kedua pasangan. Namun bila dihitung secara rata-rata, durasi penetrasi yang normal bisa ditentukan.
Menurut dr Andri, durasi hubungan intim amat bervariasi. Bisa 10-15 menit, 30 menit, atau bahkan ada yang hingga 1-2 jam. Kendati pun demikian, durasi yang beraneka harus berakhir dengan orgasme, kenikmatan seksual yang dirasakan oleh kedua pasangan.

"Kalau masih muda setiap hari juga nggak masalah, kalau yang usianya sudah kepala enam atau tujuh paling ya sebulan sekali. Yang penting itu ada sexual response cycle (tahapan bercinta dimulai dari foreplay, vagina terlubrikasi sehingga mencapai tahap excited sampai akhirnya orgasme) sama atas persetujuan bersama," imbuh dokter sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara ini.

dr Andri menjelaskan kemampuan untuk melakukan hubungan seks dengan durasi yang panjang juga tak bisa diperoleh begitu saja. Pasutri harus banyak berlatih mengendalikan diri, termasuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, rutin berolahraga, dan pandai memanfaatkan berbagai posisi bercinta.

Hubungan intim akan berdampak positif untuk kesehatan bila dilakukan secara rutin, dengan kebugaran fisik optimal, tapi tidak boleh mengganggu aktivitas Anda dan partner sehari-hari.


sumber: health.detik.com

Adab Berhubungan Intim, Agar Kenikmatannya Berpahala


Adab Berhubungan Intim, Agar Kenikmatannya Berpahala


Saudaraku, wahai para suami dan para istri, sesungguhnya jima’ (hubungan intim suami istri) adalah salah satu masalah penting yang mendapatkan perhatian dari Islam, dan Islam telah menetapkan kaidah-kaidah dan adab-adabnya, supaya tabiat manusia tidak seperti binatang yang tidak memiliki aturan. Allah Subhanahu wa Ta’alatelah memuliakan manusia di atas makhluk-makhluk yang Allah ciptakan, sebagaimana firman-Nya:
( وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً) (الاسراء:70)
”Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Israa’: 70)
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menanamkan pada setiap manusia hasrat biologis (seksual) dan Dia menjadikan untuk manusia cara yang syar’i untuk menuanaikan atau menyalurkan hasrat seksual tersebut, dan hal ini supaya tidak menimbulkan timbul kekacuan. AllahSubhanahu wa Ta’ala telah menetapkan kaidah-kaidah dan adab-adab dalam menyalurkan hasrat seksual tersebut (jima’), dan di antara adab-adab yang harus diperhatikan tersebut adalah sebagai berikut:
Ikhlash
Yaitu mengikhlaskan niat semata-mata karena Allah dalam melakukan perbuatan ini, maka dia meniatkan dengan jima’ ini untuk menjaga diri dan keluarganya (istrinya) dari hal-hal yang diharamkan (zina), dan juga dalam rangka ikut andil dalam memperbanyak keturunan (generasi Islam). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memotivasi umatnya untuk menikah dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menghabarkan bahwa beliau bangga dengan banyaknya jumlah beliau pada hari kiamat.
Dan anda wahai pasangan suami istri, mendapatkan pahala atas hubungan intim yang kalian lakukan apabila kalian meluruskan niat kalian. Dari Abi Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
( وفي بُضع أحدكم صدقة ) – أي في جماعه لأهله – فقالوا : يا رسول الله أيأتي أحدنا شهوته ويكون له فيها أجر ؟ قال عليه الصلاة والسلام : ( أرأيتم لو وضعها في الحرام ، أكان عليه وزر ؟ فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له أجر ) رواه مسلم
”Dan di dalam kemaluan salah seorang di antara kalian adalah sedekah.” -Maksudnya dalam jima’nya (hubungan intim) terhadap istrinya- Maka mereka (Sahabat) berkata:”Wahai Rasulullah! Apakah salah seorang di antara kami mendatangi keluarganya (menunaikan syahwatnya/jima’) dan dia mendapatkan pahala?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamberabda:”Bukankah apabila dia menunaikannya (jima’) di tempat yang haram dia akan mendapatkan dosa?” Maka demikian juga seandainya dia menunaikannya di tempat yang halal (istrinya) maka dia akan mendapatkan pahala.”(HR. Muslim)
Maka sungguhn luar biasa keutamaan ini, kita bisa menunaikan hajat biologis kita seklaigus mendapatkan pahala.
Cumbu rayu dan pemanasan
Benar, cumbu rayu dan pemanasan adalah salah satu adab yang hendaknya diperhatikan. Banyak sekali para suami yang tidak memperhatikan masalah ini, yang terpenting bagi mereka hanyalah menunaikan syahwat dan hasrat mereka saja dan mereka lupa bahwa rayuan dan pemansan (foreplay) sebelum jima’ memiliki pengaruh yang besar dalam membangkitkan syahwat istri dan meningkatkan keingannya untuk berhubungan intim supaya dia (istri) benar-benar siap untuk jima’ dan berbagi kenikmatan jima’ dengan suaminya. Adapun apabila sang suami langsung berjima’ tanpa melakukan foreplay, bisa jadi dia telah selesai menunaikan syahwatnya sedangkan istrinya belum sampai pada puncak kenikmatan atau belum mendapatkannya.
Ibnu Qudamah rahimahullah:”Dianjurkan (disunahkan) agar seorang suami mencumbu istrinya sebelum melakukan jima’ supaya bangkit syahwat istrinya, dan dia mendapatkan kenikmatan seperti yang dirasakan suaminya. Dan telah diriwayatkan dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Azizrahimahullah bahwasanya dia berkata:”Janganlah kamu menjima’ istrimu, kecuali dia (istrimu) telah mendapatkan syahwat seperti yang engkau dapatkan, supaya engkau tidak mendahului dia menyelesaikan jima’nya (maksudnya engkau mendapatkan kenikmatan sedangkan istrimu tidak).
Dan termasuk bentuk cumbu rayu adalah berciuman, memainkan dada (payudara), dan bersentuhan kulit dengan kulit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu mencium istrinya sebelum jima’. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Jabir radhiyallahu ‘anhu ketika dia menikah dengan janda:
“فهلا بكراً تلاعبها وتلاعبك” (رواه الشيخان)، ولمسلم “تضاحكها وتضاحكك”
”Kenapa tidak gadis (yang engkau nikahi) sehingga engkau bisa mencumbunya dan dia mencumbumu?” (HR. Biukhari dan Muslim) dan dalam riwayat Muslim:”Engkau bisa mencandainya dan dia mencandaimu?”
Membaca do’a yang dicontohkan sebelum melakukannya
Do’a yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum jima’ adalah sebagai berikut:
( بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا )
“Bismillah (dengan nama Alah), Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkan syetan dari apa yang engkau rizqikan kepada kami (anak).”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
( لو أن أحدهم إذا أراد أن يأتي أهله قال: بسم الله اللهم جنبنا الشيطان، وجنب الشيطان ما رزقتنا. فإنه إن يُقدر بينهما ولد في ذلك لم يضره شيطانٌ أبداً ) رواه البخاري ومسلم
”Sesungguhnya apabila seseorang ingin mengauli istrinya (jima’) mengucapkan:”(Doa di atas) Maka apabila ditaqdirkan untuk keduanya seoarang anak dalam hubungan itu (jima’) maka syetan tidak akan mengganggunya selama-lamanya”(HR.al-Bukhari dan Muslim)
Gaulilah ditempat yang ditentukan
Gaulilah istri pada tempat yang ditentukan yaitu farji (kemaluan/vaginanya), dan diperbolehkan menggaulinya dari arah mana saja yang penting di kemaluannya. Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman:
( نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ) (البقرة:223)
”Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki..” (QS. Al-Baqarah: 223)
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata:”Dahulu orang-orang Yahudi berkata:’Apabila seseorang menggauli istrinya pada kemaluannya dari arah belakang maka anaknya (apabila lahir) akan juling! Maka turunlah firman Allah:
( نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم )
”Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki..” (QS. Al-Baqarah: 223)
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 
( مقبلة ومدبرة إذا كان ذلك في الفرج ) رواه البخاري ومسلم .
”Dari depan maupun belakang (boleh dilakukan) apabila hal itu pada kemaluannya”(HR.al-Bukhari dan Muslim)
Adapun menggauli istri pada duburnya maka itu adalah perbuatan yang diharamkan, tidak boleh dilakukan, dan menyalahi fithrah manusia yang telah ditetapkan oleh Allah. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
( من أتى حائضاً أو امرأة في دبرها أو كاهناً فصدقه بما يقول، فقد كفر بما أنزل على محمد ) رواه أبو داود
”Baarng siapa menggauli (jima’) perempuan (istrinya) haidh atau pada duburnya atau mendatangi dukun lalu membenarkan ucapannya maka dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”(HR. Abu Dawud)
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
( ملعون من يأتي النساء في محاشِّهن ). رواه ابن عدي و صححه الألباني في آداب الزفاف.
”Terlaknatlah orang yang menggauli wanita di duburnya”(HR. Ibnu ‘Adi rahimahullah dan dishahihkan oleh al-Albani rahimahullah dalam kitab Adabuz Zifaf)
Faedah
Posisi terbaik dalam berhubungan intim adalah laki-laki berada di atas dan perempuan di bawah, Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata dalam Zaadul Ma’ad:”Dan posisi jima’ terbaik adalah seorang laki-laki di atas perempuan dan menidurinya setelah melakukan cumbuan dan ciuman. Dan karena posisi seperti inilah perempuan dinamakan kasur (bagi suaminya), sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:”Anak adalah milik firasy/kasur (perempuan)” Dan ini adalah kesempurnaan kepemimpinan laki-laki terhadap perempuian, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
(الرجال قوامون على النساء)
”Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan.”(QS. An-Nisaa’)
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
(هن لباس لكم وأنتم لباس لهن)
”Mereka(para wanita/istri) itu adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. “ (QS. Al-Baqarah:187)
Dan posisi paling buruk dalam berhubungan intim adalah seorang wanita di atas laki-laki dan menggaulinya lewat belakang (dengan posisi seperti itu), dan itu menyelisihi posisi yang telah menjadi tabiat manusia yang telah Allah tetapkan untuk laki-laki dan perempuan, bahkan untuk jenis jantan dan perempuan. Dan dalam posisi seperti itu banyak mudharatnya, diantaranya, mani laki-laki sulit keluar seluruhnya, dan terkadang sisa air mani itu tertinggal dalam tubuh dan akhirnya membahayakan kesehatannya. Dan juga rahim perempuan susah untuk menampung mani dari laki-laki untuk diciptakan darinya bayi, pada posisi seperti itu. Dan juga perempuan adalah obyek baik secara tabiat naupun secara syar’i, maka apabila dia menjadi subyek (pelaku) maka maka dia telah menyalahi kosekuensi syariat dan tabi’atnya” (ringkasan dari Zaadul Ma’ad)
Jangan disebarkan apa yang terjadi antara kalian berdua di ranjang
Kebanyakan orang mengira bahwa menyebarkan atau menceritakan apa yang terjadi antara suami istri di ranjang adalah sesuatu yang boleh, dan sebagian yang lain menganggap bahwa hal itu adalah bentuk kejantanan, bahkan di antara wanita ada yang menceritakan hal itu kepada anak-anak. Dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu adalah sesuatu yang diharamkan dan pelakunya adalah termasuk manusia yang paling buruk. Abu Sa’id al-Khudry radhiyallahu ‘anhumeriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
( إن من أشرِّ الناس عند الله منزلة يوم القيامة الرجلُ يُفضي إلى امرأته وتُفضي إليه ثم ينشر سرها ) رواه مسلم .
”Sesungguhnya yang termasuk manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menggauli istrinya lalau dia menceritakan rahasianya (jima’ tersebut)”(HR Muslim)
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata:”Dan dalam hadits ini ada pengharaman bagi seorang laki-laki menyebarluaskan apa yang terjadi antara dia dengan istrinya berupa jima’, dan menceritakan secara detail hal itu dan apa yang terjadi dengan perempuan pada kejadian itu (jima’) berupa ucapan (desahan) maupun perbuatan dan yang lainnya. Adapun sekedar menyebutkan kata jima’, apabila tidak ada faidah dan keperluan di dalamnya maka hal itu makruh karena bertentangan dengan muru’ah (kehormatan diri). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

( من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت )
”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berkata yang baik atau (kalau tidak bisa) diam.”
Adapun apabila ada keperluan atau faidah untuk membicarakannya, seperti untuk mengingkari keengganan suami dari istrinya, atau istri menuduh suami tidak mampu jima’ (lemah syahwat) dll maka hal ini tidak makruh. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:”Sungguh aku dan orang ini (istrinya) telah melakukannya” Dan beliau juga bersabda:”Apakah engkau melakukan hubungan intim”. Wallahu A’lam. Selesai perkataan imam Nawawi.
Dianjurkan untuk wudhu apabila ingin mengulangi jima’
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:
( إذا أتى أحدكم أهله ثم أراد أن يعود فليتوضأ ) .رواه مسلم
”Apabila salah seorang di antara kalian menggauli istrinya (jima’), lalu dia ingin mengulanginya maka berwudhulah”(HR.Muslim)
Wajib mandi junub setelahnya
Maka kapan saja terjadi pertemuan antara dua kemaluan (walaupun tidak keluar mani), atau keluar mani maka wajib untuk mandi junub, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
( إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ ) وفي رواية : ( مسّ الختان الختان ) فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْل ) رواه مسلم
”Apabila kemaluan (laki-laki) melewatui kemaluan (perempuan)” dan dalam riwayat yang lain:”kemaluan menyentuh kemaluan maka wajib mandi.”(HR.Muslim)
Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
” إنما الماء من الماء ” رواه مسلم .
”Sesungguhnya air (mandi junub) itu disebabkan karena air (keluar mani)”(HR. Muslim)
Faidah
Diperbolehkan bagi siapa yang wajib mandi junub untuk tidur dan menunda mandinya sampai waktu dia bangun untuk shalat shubuh atau yang lainnya.
Barang siapa yang ingin tidur (dalam keadaaan junub) disunahkan (sunnah muakakad) untuk berwudhu sebelum tidurnya, sebagaimana hadits ‘Umar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:”Apakah boleh salah seorang di antara kami tidur dalam keadaan junub?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:
( نعم ، ويتوضأ إن شاء ) رواه ابن حبان
”Boleh dan dia berwudhu kalau mau”(HR Ibnu Hibban)
Hindari dia ketika sedang haidh
Tidak diperbolehkan menggauli istri ketika dia sedang haidh, sebagaimana firman AllahSubhanahu wa Ta’ala:
( وَيَسْأَلونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذىً فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ) (البقرة:222)
”Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:”Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Hukuman bagi yang melakukannya
Bagi siapa yang menggauli istrinya yang haidh diwajibkan untuk bersedekah dengan satu dinar atau setengah dinar, sebagaimana hal itu telah pasti (ada riwayat) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika beliau menjawab pertanyaan seseorang yang bertanya tentang hal tersebut.
Faidah:
Diperbolehkan bersenang-senang dengan istri yang haidh asalkan tidak di kemaluannya, sebagaimana hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأمر إحدانا إذا كانت حائضا أن تتزر ثم يضاجعها زوجها. متفق عليه.
”Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh salah seorang di antara kami (kaum wanita), apabila kami haidh untuk memakai sarung lalu suaminya menggaulinya.” (Mutaffaq ‘alaihi)
Perhatikan kondisi kejiwaan pasangan anda
Lihatlah kondisi dan kejiwaan pasangan anda, mungkin saja dia lagi kurang berminat untuk berhubungan intim karena sakit, capek atau yang lainnya.
Lihatlah kondisi fisik pasangan
Perhatikanlah kondisi pasangan, kadang kala dia merasa lelah dengan banyaknya jima’ demikian halnya juga kadang suami lelah karena hal itu. Maka wajib bagi masing-masing pasangan untuk memahami dan memperhatikan hal ini dan bersikaplah qona’ah (merasa puas) dengan yang ada.
Jangan egois
Wajib bagi seoarang suami untuk memuaskan hasrat istrinya, dan janganlah dia meyudahi kegiatan hubungan intim tersebut sebelum istrinya mendapatkan kepuasan.
Jangan mengkhayalkan orang lain
Tidak boleh seorang suami mengkhayalkan perempuan lain ketika sedang berjima’ bersama istrinya, demikian juga tidak boleh bagi istri untuk berbuat demikian.
’Azl diperbolehkan dengan ridha pasangannya
Pendapat ini dipilih oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, mungkin dalil yang dipakai oleh beliau adalah hadits Jabir radhiyallahu’anhuma, bahwasanay beliau berkata:
كنا نعزل على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فبلغ ذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم فلم ينهنا . رواه البخاري ومسلم .
”Dahulu kami melakukan ‘Azl pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu hal tersebut sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau tidak melarangnya.”(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Makna ‘Azl adalah seorang laki-laki mencabut kemaluannya dari kemaluan istrinya (ketika hubungan intim) sebelum dia mengeluarkan air mani, lalu dia mengeluarkan maninya di luar.
Menjauh dari anak ketika berhubungan intim
Dalam kondisi adanya anak maka yang termasuk adab jima’ adalah menjauh dari mereka, dan menghindari perkataan-perkataan yang yang berbau asmara dihadapan mereka, dan tidak dikecualikan dari hal ini, kecuali yang belum paham dengan masalah ini yaitu anak kecil sampai batas maksimal 3 tahun. Dan telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma apabila beliau ingin berjima’ beliau mengeluarkan anak yang masih menyusu (dari tempat itu)